Memenuhi panggilan sejarah: Menyudahi Jokowi
https://kamwillampung.blogspot.com/2015/03/menyudahi-jokowi.html
Menyudahi Jokowi
Ahmad Risani*
Situasi sosial-politik yang tidak
menentu saat ini, memberikan sinyal kuat bahwa evaluasi besar-besaran mesti
dilakukan. Evaluasi ini bukan hanya soal memperbaiki, tapi ia memperbaharui.
Dan tugas semacam ini adalah urusan para pengusung idealisme, ia bukan
pemerintah apalagi rakyat biasa, tapi ia adalah rakyat sekaligus kaum
intelektual pembaharu: Mahasiswa. Bersama Rakyat semesta, sudah saatnya
mahasiswa kembali seperti dulu, bicara yang lantang dijalanan.
Kita menyadari, sangat amat
mengakui bahwa gerakan mahasiswa hari ini bukanlah mereka yang sama seperti 98,
tapi mereka adalah penerima kearifan sejarah lampau. Kita juga bukan berhadapan
dengan lawan yang sama, tetapi kita punya cara yang (mungkin) bisa sama untuk
menyudahi kekacauan-kekacauan ini. Sekali lagi, hanya mahasiswa bersama
rakyatlah yang siap untuk menyudahi masalah-masalah ini.
Seruan-seruan semacam ini,
bukanlah hal baru, apalagi mengada-ada. Seruan-seruan ini sabanhari terdengar
dilingkungan masyarakat kita. Baik itu lewat obrol warungkopi atau sekedar
curhat di FB dan twitter. Secara umum, masyarakat kita sudah mulai muak dengan
kegaduhan-kegaduhan politik dan ekonomi yang sedang melanda. Kekecewaan
bertebaran dimana-mana. Dan.. yang paling terpenting, masyarakat kita sudah
mulai objektif dalam menilai kinerja pemerintahan hari ini, tidak lagi terkunci
pada “cinta buta” yang mematikan nalar kritis. Kondisi seperti inilah, bisa
dijadkan momentum yang tepat untuk menyudahi Jokowi.
Konsolidasi gerakan adalah agenda
pertama untuk mengulang kembali misi itu. Agenda ini dimulai dari inisiatif
mahasiswa, baru setelah itu berlanjut menjadi konsolidasi rakyat semesta. Agenda
menyudahi Jokowi ini adalah wacana sekaligus agenda nasional. Ia disebut
sebagai wacana, karena sudah hampir dipastikan semua rakyat memikirkan hal yang
sama untuk “menyudahi” Jokowi. Ini bukan simpulan reaksioner, tapi ini adalah
simpulan kritis atas fenomena yang terjadi di lapangan, bahwa rakyat
menginginkan suatu “bentuk” sikap politik yang sudah sangat amat dirindukan,
sudah sangat amat dinantikan, sudah sangat amat diharapkan, bentuk itu adalah
sebuah: Perlawanan!.
Kemana mahasiswa?. Saat ini
rakyat kembali menunggu keberadaan mahasiswa, menanti suara-suara lirih yang
risih itu kembali terdengar. Momentum ini akan kembali menunjukkan bahwa
kekuatan mahasiswa akan tetap berada pada khittah
pergerakannya. Agenda menyudahi Jokowi ini adalah agenda yang teramat penting
dalam abad ini, dan ini agenda kemanusiaan
yang paling tinggi tingkat kemanusiawiannya.
Pada akhirnya, kedaruratan negeri
ini hanya akan mengisahkankan kepedihan mendalam bagi kehidupan rakyat
Indonesia. Untuk itu, hanya ada satu kata: LAWAN!.
#KAMM17UARA #MenyudahiJokowi
#TurunkanJokowi
*aktif menulis di kompasiana.com/ahmadrisani
