Memenuhi panggilan sejarah: Menyudahi Jokowi

Menyudahi Jokowi

Ahmad Risani*

Situasi sosial-politik yang tidak menentu saat ini, memberikan sinyal kuat bahwa evaluasi besar-besaran mesti dilakukan. Evaluasi ini bukan hanya soal memperbaiki, tapi ia memperbaharui. Dan tugas semacam ini adalah urusan para pengusung idealisme, ia bukan pemerintah apalagi rakyat biasa, tapi ia adalah rakyat sekaligus kaum intelektual pembaharu: Mahasiswa. Bersama Rakyat semesta, sudah saatnya mahasiswa kembali seperti dulu, bicara yang lantang dijalanan.

Kita menyadari, sangat amat mengakui bahwa gerakan mahasiswa hari ini bukanlah mereka yang sama seperti 98, tapi mereka adalah penerima kearifan sejarah lampau. Kita juga bukan berhadapan dengan lawan yang sama, tetapi kita punya cara yang (mungkin) bisa sama untuk menyudahi kekacauan-kekacauan ini. Sekali lagi, hanya mahasiswa bersama rakyatlah yang siap untuk menyudahi masalah-masalah ini.

Seruan-seruan semacam ini, bukanlah hal baru, apalagi mengada-ada. Seruan-seruan ini sabanhari terdengar dilingkungan masyarakat kita. Baik itu lewat obrol warungkopi atau sekedar curhat di FB dan twitter. Secara umum, masyarakat kita sudah mulai muak dengan kegaduhan-kegaduhan politik dan ekonomi yang sedang melanda. Kekecewaan bertebaran dimana-mana. Dan.. yang paling terpenting, masyarakat kita sudah mulai objektif dalam menilai kinerja pemerintahan hari ini, tidak lagi terkunci pada “cinta buta” yang mematikan nalar kritis. Kondisi seperti inilah, bisa dijadkan momentum yang tepat untuk menyudahi Jokowi.

Konsolidasi gerakan adalah agenda pertama untuk mengulang kembali misi itu. Agenda ini dimulai dari inisiatif mahasiswa, baru setelah itu berlanjut menjadi konsolidasi rakyat semesta. Agenda menyudahi Jokowi ini adalah wacana sekaligus agenda nasional. Ia disebut sebagai wacana, karena sudah hampir dipastikan semua rakyat memikirkan hal yang sama untuk “menyudahi” Jokowi. Ini bukan simpulan reaksioner, tapi ini adalah simpulan kritis atas fenomena yang terjadi di lapangan, bahwa rakyat menginginkan suatu “bentuk” sikap politik yang sudah sangat amat dirindukan, sudah sangat amat dinantikan, sudah sangat amat diharapkan, bentuk itu adalah sebuah: Perlawanan!.

Kemana mahasiswa?. Saat ini rakyat kembali menunggu keberadaan mahasiswa, menanti suara-suara lirih yang risih itu kembali terdengar. Momentum ini akan kembali menunjukkan bahwa kekuatan mahasiswa akan tetap berada pada khittah pergerakannya. Agenda menyudahi Jokowi ini adalah agenda yang teramat penting dalam abad ini,  dan ini agenda kemanusiaan yang paling tinggi tingkat kemanusiawiannya.

Pada akhirnya, kedaruratan negeri ini hanya akan mengisahkankan kepedihan mendalam bagi kehidupan rakyat Indonesia. Untuk itu, hanya ada satu kata: LAWAN!.

#KAMM17UARA #MenyudahiJokowi #TurunkanJokowi



*aktif menulis di kompasiana.com/ahmadrisani
  


Related

Opini 6914846938698346503

Berikan Komentar Disini

emo-but-icon

Follow Us

Total Tayangan Halaman

Ketum KAMMI Wilayah Lampung

Ketum KAMMI Wilayah Lampung

Gabung KAMMI

Gabung KAMMI

News

Comments

Recent

Sports

Kuliner

Berita Kampus

Daerah Daerah

Explore Lampung

Instagram

Text Widget

item