Diskusi Hari Perempuan Internasional

Tepat Pukul 14.00 WIB diskusi memperingati hari perempuan internasional dimulai. Diskusi yang berlangsung di sekretariat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) di gagas oleh Gerakan Mahasiswa Peduli Aspirasi Rakyat (GeMPAR) yang terdiri berbagai Organisasi Kemahasiswaan Pemuda (OKP). Diskusi yang bertema “Kebangkitan Perempuan dari Penindasan dan Keterlibatan dalam Pembangunan Bangsa” di fasilitatori oleh 3 orang panelis yaitu Risma Borthon selaku Ketua Eksekutif LMND Bandar Lampung, Anastasya Ketua GMNI Kota Bandar Lampung, dan Candra Cahyani Gani Sekertaris Departemen Ekonomi dan Sosial Masyarakat KAMMI Wilayah Lampung.

Menurut Anastasya perempuan selama ini terjebak dalam aktivitas domestiknya yaitu sumur, dapur, dan kasur, sehingga peran perempuan selalu di nomorduakan dan permaslahan seperti KDRT, human trafficking, dan eksploitasi TKI korbannya adalah perempuan. Padahal menurutnya perempuan mempunyai hak dan peluang yang sama dalam hal mengembangkan potensi yang dimiliki untuk berkarya. Oleh karenanya keberadaan perempuan juga harus dilindungi serta dipenuhi hak-haknya. 

Risma Borthon menambahkan dalam problematika kontemporer dimana ekonomi kapitalis mendominasi perempuan hanya dijadikan sebuah objek pasar. Perempuan seharusnya diberikan ruang yang sama dalam kontribusinya membangun bangsa bukan hanya sekedar pemanis sebuah iklan akan tetapi juga sebagai subjek pembangunan. 


Sedangkan menurut Candra Cahyani Gani dalam menanggapai permasalahan perempuan di Indonesia pemerintah memiliki andil besar dalam menyelesaikan permasalahan ini. Pemerintah seharusnya dapat mengakomodir dan melibatkan peran perempuan dalam membangun ketahanan ekonomi kreatif baru berbasis rumah tangga. Jumlah perempuan di Indonesia yang mencapai lebih dari 60% dari pada laki-laki seharusnya menjadi potensi dengan mengembangkan ekonomi kreatif berbasis rumahan. Hal tersebut juga menjawab kekhawatiran peran perempuan yang menjadi guru pertama bagi anaknya, yang selama ini menjadi catatan tersendiri. Yaitu kelalalian tugas orang tua dalam mendampingi pertumbuhan anaknya, sehingga menjerumuskan generasi muda dalam pergaulan bebas, kecanduan obat-obatan terlarang, serta hal negatif lainnya yang menimpa generasi muda. 

Menurut Candra Negara tetap dapat melihat keberadaan perempuan sebagai sebuah potensi dengan mengakomodir karyanya akan tetapi juga tidak meninggalkan tanggungjawabnya sebagai seorang perempuan. Upaya ini juga sekaligus meminimalisir eksploitasi terhadap perempuan dengan menjadikan TKI yang mayoritas perempuan sebagai penyumbang devisa Negara terbesar. Gagasan tersebut menjadi alternatif sumbangsih perempuan dalam membangun ketahanan ekonomi tanpa meninggalkan kodratnya sebagai perempuan.    

Related

Diskusi Kemuslimahan 2727848115494600342

Berikan Komentar Disini

emo-but-icon

Follow Us

Total Tayangan Halaman

Ketum KAMMI Wilayah Lampung

Ketum KAMMI Wilayah Lampung

Gabung KAMMI

Gabung KAMMI

News

Comments

Recent

Sports

Kuliner

Berita Kampus

Daerah Daerah

Explore Lampung

Instagram

Text Widget

item